22 September 2011

PENETAPAN TENAGA PENDAMPING PEMASARAN PLPBK KAB. SUKOHARJO

Berikut daftar peserta yang lolos seleksi Tenaga Pendamping Pemasaran PLPBK Kab. Sukoharjo. Terkait penjelasan tentang SPK kepada calon Tenaga Pendamping Pemasaran informasi menyusul.

09 September 2011

JADWAL TEST PRESENTASI CALON TENAGA PENDAMPING PEMASARAN PLPBK

Berdasarkan hasil rapat Panitia Seleksi Tenaga Pendamping Pemasaran PLPBK Kab. Sukoharjo dengan pihak Desa/Kelurahan penerima program PLPBK pada hari Jum'at, 9 September 2011. Berikut kami sampaikan Jadwal Pelaksanaan Test Presentasi Calon Tenaga Pendamping Pemasaran Kab. Sukoharjo.



PEDOMAN TEST PRESENTASI

PEREKRUTAN TENAGA PENDAMPING PEMASARAN PLPBK

KABUPATEN SUKOHARJO

1. Masing-masing peserta diberi kesempatan memaparkan gagasan pemasaran yang akan dilakukan

2. Disediakan perangkat laptop dan LCD Proyektor

3. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan tanya jawab oleh Tim Penilai

4. Penilaian dilakukan oleh masing-masing Tim Penilai untuk kemudian dibuat rata-ratanya

5. Penilaian dilakukan dengan memberi skore 1 - 5 untuk setiap aspek penilaian

6. Tim penilai tidak diperbolehkan menyanggah pemaparan calon Tenaga Pendamping Pemasaran saat tes presentasi

7. Waktu Pemaparan Maksimal 15 Menit, Tanya jawab 30 Menit. Waktu dipandu moderator

8. Peserta wajib hadir untuk pengambilan nomor urut pemaparan mulai pukul 07.30 WIB - 08.00 WIB

- Nomor urut pemaparan dilakukan dengan cara pengundian

- Peserta sesuai dengan nomor urut presentasi apabila di panggil tidak hadir diberi toleransi 10 menit

- Jika tidak hadir di diskualifikasi

9. Peserta yang tidak presentasi menunggu diluar ruangan yang sudah disediakan panitia

10. Hasil seleksi diumumkan lewat sms pada hari Rabu tanggal 21 September 2011 atau lihat di desa/kel. lokasi PLP-BK

11. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat.


Sukoharjo, 9 September 2011

Panitia

26 Agustus 2011

" P E N G U M U M A N " Hasil seleksi Administrasi PLP-BK (Tenaga Ahli Pemasaran) PNPM MP Kab. Sukoharjo

_________________________________________________________________
Berdasarkan Hasil Rapat Panitia Seleksi Tenaga Ahli Pemasaran PLPBK Kab. Sukoharjo 24 Agustus 2011

Berikut ini kami umumkan nama-nama pelamar yang lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya.

  1. 1. Dimohon kepada peserta yang lolos untuk mengkonfirmasi kesediaannya melalui sms kepada Sdri. Pujihastuti No. 087812645149 dengan menyebutkan nama.
  2. Dimohon hadir pada hari Rabu 7 September 2011 jam 08.30 bertempat di Aula DPU Kab. Sukoharjo. Jl. Rajawali No. 8 Sukoharjo.
  3. Apabila tidak mengkonfirmasi dan tidak hadir dianggap mengundurkan

26 Agustus 2011
Panitia Rekrutmen Tenaga Ahli PLP-BK KaB. Sukoharjo


Ir. Endang Tien Maryuni
Koordinator
____________________________________________________________________

DAFTAR NAMA REKRUTAN TENAGA AHLI PEMASARAN PLP-BK KAB. SUKOHARJO
dapat di Download di Link Berikut ini :

klik disini


25 Oktober 2010

AWAS MERAPI, PELATIHAN BATAL

Sedikitnya 240 orang faskel PNPM Mandiri Perkotaan batal mengikuti Pelatihan Penguatan bagi fasilitator dan Askot Non Pemandu yang diselenggarakan oleh KMW/OC-5 Jateng dan DIY dikarenakan meningkatnya aktivitas gunung merapi.

Pelatihan penguatan sedianya akan dilaksanakan mulai tanggal 25-28 Oktober 2010 bertempat Villa Eden-1 Kaliurang Yogjakarta akhirnya diundur. Para peserta yang sudah datang, akhirnya harus kembali lagi ketempat masing-masing, padahal mereka berasal dari wilayah dampingan eks-KMW 13 P2KP II.

Villa Eden-1 sendiri berjarak kurang lebih 5-6 km dari gunung merapi sehingga dikhawatirkan jika terjadi erupsi merapi dapat membahayakan. Selain itu berdasarkan sumber-sumber informasi termasuk wilayah Ring I bahaya Merapi.

Salah satu Pemandu Nasional, Suratno (Askot Mandiri Kab. Demak) mengatakan agak terkejut ketika diminta oleh pihak hotel untuk segera meninggalkan kamarnya karena status awas merapi.

Suratno menceritakan bahwa ketika sampai tempat pelatihan dirinya bermaksud untuk istirahat setelah perjalanan dari Semarang, kemudian cek in meminta kunci kamar. Baru saja melepas lelah menanggalkan kaos kaki sepatu dan menghidupkan TV yang berada di kamar, tidak lama kemudian datang resepsionis memintanya untuk segera meninggalkan kamar dan pindah ke Villa Eden-2. Walaupun kondisi lelah, namun karena demi keselamatan akhirnya segera berbenah dan bergegas ke Villa Eden-2 yang berjarak kurang lebih 10 km dari villa Eden-1.

Berdasarkan pemantau penulis, semenjak memasuki wilayah Pakem menuju Kaliurang, terlihat kesiap-siagan dikantong-kantong tertentu. Mulai dari pusat pemerintahan dan barak-barak pengungsian yang terlewati. Mobil-mobil ambulan dan armada militer sudah standby dilokasi untuk segera bergerak ketika merapi benar-benar meletus, termasuk personil SAR dan keamanan.

Dalam perjalanan menuju villa eden 1 pun, kami sempat melintasi tanda perboden di tengah jalan, namun karena kami belum tahu akan status merapi dan petugaspun tidak memberhentikan, kami jalan terus.

Bahkan pintu gerbang masuk ke daerah wisata kaliurang (dilewati jika menuju Eden-1) sudah dijaga petugas dan melarang mobil-mobil yang mau masuk dan harus kembali atau berputar balik.


Mensikapi perkembangan yang tidak memungkinkan dan cukup membahayakan, panitia pelatihan berkoordinasi dengan pihak hotel akhirnya peserta pelatihan PNPM yang terlanjur masuk ke Eden-1 untuk segera dievakuasi dan diminta untuk berkumpul di Villa Eden-2. Wal hasil penumpukan fasilitator berada di eden-2. Villa Eden 2 sendiri saat yang bersamaan dipakai untuk kegiatan pelatihan fasilitator untuk wilayah eks-KMW 14 dan propinsi DIY.

Segera setelah berkumpul, panitia melalui TL propinsi DIY Jogjakarta Endar Gunarto, menginformasikan dengan pertimbangan keselamatan akhirnya pelaksanaan pelatihan yang sedianya di Villa Eden-1 dibatalkan, sementara pelatihan di Eden-2 tetap berjalan. Ketentuan ini juga berlaku bagi para pemandu yang telah hadir di lokasi pelatihan.

Seperti diberitakan oleh beberapa media mulai Senin (25/10) kondisi merapi terus meningkat bahkan mulai sore hari sudah terjadi evakuasi warga yang berada di area bencana dipindahkan ke barak pengungsian yang telah disiapkan.

Bahkan Data kegempaan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, pada Minggu (24/10) pukul 00.00 WIB sampai 12.00 WIB tercatat gempa guguran terjadi sebanyak 90 kali, gempa Multiphase (MP) sebanyak 294 kali, serta gempa vulkanik 39 kali.

Sementara pada Sabtu (23/10) tercatat gempa guguran terjadi sebanyak 183 kali, gempa MP sebanyak 525 kali, serta gempa vulkanik 80 kali. Jumlah gempa tersebut relatif meningkat bila dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (22/10) gempa guguran terjadi sebanyak 81 kali, gempa MP sebanyak 514 kali, dan gempa vulkanik sebanyak 52 kali.

Sedangkan data teknis pengamatan Gunung Merapi pada Sabtu terjadi guguran lava 1 kali masuk ke hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur 1 km teramati dari Pos Kaliurang dan Pos Ngepos, kemudian suara guguran terdengar 10 kali dari Pos Babadan sementara api diam tidak teramati.

Sikap yang diambil oleh panitia dinilai cukup tepat, karena jika pelatihan benar-benar dilaksanakan tentu pelatihan tidak bisa nyaman dibayang-bayangi awas merapi. Walaupun sudah mengeluarkan biaya perjalanan dan waktu menuju tempat pelatihan, keselamatan masih menjadi prioritas utama. (Dade Saripudin, Askot CD Sukoharjo OC-5 Jateng – DIY).

22 Oktober 2010

Berkat Jalan Beton Semuanya Bisa Menikmati...

Dukuh Jetis merupakan bagian dari Desa Jetis, Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Mata pencaharian warga dukuh ini selain bertani, juga ada yang berdagang dan wiraswasta. Lokasi dukuh Jetis agak jauh dengan dukuh-dukuh lainnya. Terpisah oleh lahan pertanian yang luas. Selain itu juga berbatasan dengan Desa Menuran.

Warga di tepi sawah yang berbatasan langsung dengan desa Menuran juga bermata pencaharian sebagai penghasil batu bata. Warga terkadang mengeluh karena jalan yang ada masih berupa jalan dari tanah. Merasa sangat membutuhkan jalan yang tertata rapi dan kuat, sehingga akses untuk kegiatan perekonomian mereka dapat berjalan lancar. Apalagi di daerah ini juga terdapat sebuah sekolah yaitu SMPN 2 Baki yang kebanyakan muridnya juga berasal dari warga dukuh Jetis maupun dukuh lain yang juga masih sulit akses ke ibukota kecamatan.

Karena latar belakang tersebut, ketua RT dan masyarakatnya berinisiatif membentuk KSM ( Kelompok Swadya Masyarakat ) yang akan mengajukan dana untuk memperbaiki jalan tersebut.

Akhirnya warga Dukuh Jetis membentuk Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KSM) yang diketuai oleh Bp. Sumardi selaku ketua RT 2 RW XI yang beranggotakan 11 orang. Nama KSM itu adalah MANUNGGAL. Kemudian KSM Manunggal ini mengajukan bantuan kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan ( PNPM-MP ) melalui Badan Keswadayaan Mayarakat ( BKM ) Suka Maju yang dikoordinatori oleh Bp. Sarjono (2009-2012).

Setelah menunggu waktu yang cukup lama akhirnya dana dari Program PNPM-MP tahun 2009 tahap II dapat diterima oleh warga Dukuh Jetis. Dengan semangat gotong – royong dan kebersamaan yang kuat warga Jetis bersama-sama bahu membahu membangun Jalan Beton yang menjadi harapan warga selama ini.

Seorang warga bercerita bahwa sebelum ada PNPM – MP masuk ke Desa Jetis, dukuh Jetis sangat sulit untuk memperoleh bantuan untuk membangun sarana prasarana terutama jalan tersebut.

Warga dukuh Jetis sangat senang dengan adanya PNPM – MP ini. Sebagai wujud syukurnya Ketua RT dan warga dukuh Jetis menerima dan melaksanakan dana yang diberikan dengan sebaik – baiknya. Selain semangat gotong – royong yang tinggi, warga dukuh Jetis juga bersemangat untuk mengeluarkan swadaya lain sesuai kemampunannya. Warga juga mencari tambahan dana dari para pemilik sawah di sekitar jalan tersebut karena mereka juga ikut menikmati hasil pembangunan jalan tersebut.

Akhirnya dengan kerjasama dan gotong-royong yang kuat antar warga pembangunan Jalan Beton dengan Volume ( 224 x 2.6 x 0,1 ) M dari rencana Volume ( 287,5 x 2 x 0,1 ) M yang menghabiskan dana total Rp. 24.458.000,00 dari BLM dapat terselesaikan. Dana tersebut terdiri dari dana BLM PNPM-MP yang bersumber dari APBD: Rp. 20.000.000 dan didukung Swadaya mayarakat sebesar Rp. 4.458.000,00.

Kini warga Jetis dapat memanfaatkan jalan yang telah dibangun oleh KSM Manunggal. Dari penjelasan ketua KSMnya, mereka sebenarnya masih punya cita-cita untuk melanjutkan pembangunan Talud di tepi jalan ini, agar jalan beton yang dibangun dapat bertahan lama. Namun mengingat jalan ini masih belum semuanya terdanai mereka cukup sabar menunggu hingga ada bantuan lain atau bantuan non PNPM-MP lainnya nanti.

Warga telah merasakan manfaat yang besar dari pembangunan jalan beton ini.
Pertama, pembangunan Jalan Beton ini dapat dinikmati oleh warga Jetis Rt 02/XI dan murid-murid SMPN 2 Baki pada khususnya serta warga Jetis pada umumnya.
Kedua, Dengan dibangunnya Jalan Beton ini warga Jetis dapat menunjukaan semangat gotong – royongnya baik tenaga maupun matrial dengan harapan agar bila mengajukan bantuan ke pihak manapun dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
Ketiga, Warga Jetis mengetahui lebih lanjut mengenai program Pemerintah dengan PNPM–MP nya.
Dengan tewujudnya pembangunan Jalan Beton ini KSM Manunggal dan seluruh warga Jetis RT 02/XI mengucapkan banyak terima kasih kepada PNPM-MP dan BKM Suka Maju desa Jetis. Semoga PNPM-MP dan BKM Suka Maju semakin dekat dengan masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan masyarakat umum lainnya. (Penulis : Aan Kurnia Martha, ST, Faskel Teknik Korkot Kab. Sukoharjo KMW-5 Jateng)

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan BKM Suka Maju dapat menghubungi :

1. BKM SUKA MAJU
Sarjono
Alamat : Dukuh Kwagean, RT 02 RW VI, Desa Jetis, Kec. Baki, Kab. Sukoharjo
HP: 0857 2560 6890

2. KSM MANUNGGAL
Sumardi
Alamat : Dukuh Jetis RT 02/XI desa Jetis, Kec. Baki, Kab. Sukoharjo

08 Oktober 2010

10 Inspirasi Menulis

Tidak peduli kita suka menulis, serajin apa kita menulis, selalu ada waktu dimana kita memang membutuhkan inspirasi untuk mendapatkan gagasan atau tema dari tulisan kita. Kebanyakan justru inspirasi didapat dari luar diri kita, karena bisa jadi pikiran kita memang sudah cukup letih atau jenuh untuk menggali topik atau tema apa yang hendak kita tulis.

Berikut 10 cara mendapatkan inspirasi untuk menulis :

1. Blog, lagi-lagi blog. Satu kata ini memang tidak ada habis habisnya menjadi sumber inspirasi. Caranya mudah saja, kita tinggal Blogwalking ke Blog - Blog yang bagus dari segi ide atau gagasan. Dan ini berlaku buat saya, benar-benar menginspirasi untuk menulis dengan gaya khas saya sendiri.

2. Majalah, hmm pastinya sih. Jujur saja, banyak sekali tema dan ide sangat menarik bila kitasuka membaca majalah. Justru terkadang kita banyak mengambil pelajaran yang bagus saat membaca majalah. Ulasan suatu topik yang dikemas dengan bahasa jurnalisme yang baik, terkadang membuat kita iri. So ? jangan mau kalah, kita tulis dengan gaya kita !
(btw, saya paling suka baca majalah wanita, dari segi topik dan warna banyak menginspirasi saya, swear!)

3. Film, nah ini termasuk cara yang paling asyik. Dari film kita banyak mendapat gagasan untuk apa yang akan kita tulis. Bisa resensi film itu sendiri, karakter tokohnya atau situasi dan kondisi yang kita olah ulang sedemikian rupa untuk di tulis. Untuk yang ini, siapin bugdet khusus dech, gak seru donk kalo nontonnya sendiri :P

4. Peristiwa, setiap saat dan dimanapun kita pasti tak bisa lepas dari peristiwa yang terjadi disekeliling kita. Nah coba kita pilah-pilah, mana yang kira-kira menarik untuk dijadikan tema tulisan. Peristiwa sehari-hari yang sepertinya biasa saja, tapi bila kita kemas dengan tutur gaya penulisan yang asyik, tentunya tetap menarik untuk dibaca oleh orang lain.

5. Teman, kalau kita mau jujur, sebenarnya teman bisa dijadikan sumber inspirasi yang menarik. Coba perhatikan dari sekian banyak teman kita, pastinya ada beberapa yange memiliki karakter yang unik. Ini bisa kita gali lebih dalam. Karakter seperti suka marah, bisa kita jadikan tema tentang sifat marah tsb. Apa dan bagaimana mengendalikan sifat tsb.

6. Seni, apakah itu seni lukis atau lainnya, ini salah satu sumber inspirasi yang kaya makna. Seperti misalnya kalau kita lihat lukisan yang indah. Menggambarkan apa lukisan itu, apa maksud dari goresan lukisan itu. , bisa kita jadikan ide untuk menulis.

7. Tamasya, Kalau yang ini sih sudah pasti. Lokasi tempat kita bertamasya adalah sumber inspirasi yang bagus. Apa dan bagaimana tempat tamasya itu, mengapa tempat itu layak dikunjungi, sejarah tempat tsb. Semua merupakan bahan yang bagus untuk menulis.

8. Ibadah, adakalanya kita lupa, bahkan ibadah pun bisa dijadikan tema sebuah tulisan. Kita mungkin bisa menceritakan bagaimana perasaan, harapan dan syukur kita saat melakukan ibadah. Saat beribadah biasanya justru kita mendapatkan inspirasi yang tulus.

9. Jalan-jalan, lho jalanan ? iya benar. Cobalah sejenak berjalan-jalan bila perasaan kita sudah suntuk atau jenuh. Jalan-jalan untuk melihat sekeliling maksudnya. Berjalan dan berhentilan sejenak untuk memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang, kendaraan yang melintas, papan reklame yang bertebaran. Coba dech !

10. Kumpul bareng, nah ini yang paling saya suka. Istilah gaulnya “nongkrong”. Kita cukup jadi perdengar yang baik. Biarkan teman-teman kita berbicara satu sama lain, simak dan dengarkan dengan santai. Cara ini sering saya lakukan dan berhasil mengispirasi saya untuk mendapatkan tema tulisan.

Nah itulah 10 cara mendapatkan inspirasi menulis yang menurut saya cukup mudah dipraktekkan. Seperti biasa, ada yang ingin menambahkan ?(sumber : Blog Setiaji)

06 Oktober 2010

BKM Budi Luhur Buka Layanan PPOB

Jam di dinding Korkot sudah menunjukkan hampir jam 9.45 pagi. Saya segera bergegas menghidupkan motor menuju Desa Gedangan, Kec. Grogol Sukoharjo. Walaupun masih terbilang pagi hari, udara dan cuaca selama perjalanan terbilang cukup panas dan bisa menghitamkan kulit. Tidak kurang dari 30 menit saya sudah sampai di desa tujuan.

Tampak beberapa warga hilir mudik keluar masuk kantor kelurahan Gedangan. Sementara itu dari kedekatan, seorang pria menaiki motor, melewati saya. “ Maaf mas, saya keluar dulu mau beli materai”, ungkapnya. “Ok”, jawab saya. Catur Junianto namanya. Dia adalah sekretaris BKM Budi Luhur desa Gedangan Kecamatan Grogol, hari itu saya sudah kencan untuk “ngobrol” bersamanya.

Sambil menunggu kembalinya Catur. Dengan kamera digital pinjaman, saya mencoba mengabadikan beberapa moment yang cukup menarik untuk dijadikan bahan diskusi dengan Sekretaris BKM itu. 4-5 gambar akhirnya saya dapatkan. “cukup lumayanlah untuk menambah informasi”, gumamku.

Desa Gedangan, merupakan salah satu desa di Kecamatan Grogol Kab. Sukoharjo yang menjadi lokasi PNPM Mandiri Perkotaan atau P2KP semenjak tahun 2004. Perkembangan BKM Budi Luhur Desa Gedangan, tidak terlalu istimewa banget. Kinerjanya bisa dianggap sedang-sedang saja. Namun demikian ada sedikit yang cukup menarik dan bisa dijadikan sebagai salah satu contoh bagi BKM di sekitarnya, yakni BKM Budi Luhur mulai mengembangkan layanan pajak Listik dan Telepon..

Layanan baru yang dilakukan oleh BKM mengenai layanan pajak listrik dan telepon merupakan kerjasama antara BKM dengan Bank Bukopin melalui PT Raharja Sinergi Komunikasi dan sudah dilaksanakan semenjak Mei 2010.

Gagasan untuk membuka layanan PPOB ini, tidak datang begitu saja. Ide ini muncul pada saat pertemuan BKM. Salah satu anggota BKM mengungkapkan perlunya BKM melakukan kerjasama dengan pihak lain. 2-3 kali BKM berembug untuk menentukan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan kerjasama dengan pihak lain dan sangat membantu dan dibutuhkan masyarakat. Akhirnya melalui perdebatan yang cukup panjang disepakati untuk bekerjasama membuka pelayanan pajak listik dan telepon.

Keputusan memilih jenis layanan atau usaha tidak terlepas dari beberapa persoalan dan potensi yang ada di desa Gedangan. Persoalannya adalah warga Gedangan jika harus membayar pajak listrik atau telepon harus menempuh jarak 3-4 KM di Desa Langenharjo. Mau tidak mau, selain bayar pajak juga harus mengeluarkan biaya untuk transportasi. “Belum lagi dari sisi waktu, bisa berjam-jam bila setor pajak antrinya.” Ungkap Catur. Sementara itu potensi pemakai listrik di Desa Gedangan terbilang banyak. Hal ini disebabkan Desa Gedangan banyak perumahan dan termasuk salah satu kawasan pengembangan Solo Baru.

Keputusan yang diambil, segera di tindaklanjuti oleh Koordinator BKM Bapak Sukadi dengan sdr Catur Junianto dengan mendatangi PT Raharja. Disana mereka mendapatkan penjelasan terkait dengan persyaratan-persyaratan jika berminat melakukan kerjasama pembukaan pelayanan pajak listrik dan telepon melalui sistem PPOB. “BKM cukup menyediakan seperangkat komputer plus pintar dan deposit saldo awal sekitar 5 juta”, cerita Catur. Sementara itu fasilitas yang didapat oleh BKM antara lain bimbingan teknik jika ada troubel, kertas print dan fee sebesar Rp. 950 per transaksi.

Berdasarkan SPK yang ditandatangi antara PT Raharja dengan BKM Budi Luhur Desa Gedangan Pasal 4 tentang Fasilitas Kerja. Bahwa Pihak BKM (Selaku pihak kedua) berkewajiban untuk :
1. Menyediakan perangkat komputer dan printer, beserta pita printer yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan.
2. Menyediakan perangkat alat komunikasi (alkom) / modem, nomor telepon GSM / CDMA serta menanggung biaya pemakaian pulsa setiap bulannya.
3. Bilamana diperlukan menyediakan kelengkapan pendukung untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan, seperti mesin hitung dan alat pengetesan uang palsu.
4. Menyediakan tempat pembayaran dengan standar sbb.
a. Bangunan permanen dan lokasinya mudah dijangkau oleh pelanggan.
b. Dilengkapi dengan tempat duduk tunggu.
c. Loket pelayanan dilengkapi dengan fasilitas pengamanan berupa pembatas antara ruang petugas loket dengan ruang tunggu pelanggan.
d. 1 (satu) tempat pembayaran dapat terdiri dari 1 loket pelayanan, dengan ketentuan 1 (satu) loket memiliki 1 (satu) buah Komputer dan 1 (satu) buah printer serta 1 (satu) orang petugas operator/kasir.
e. Menjaga faktor kebersihan, keindahan, kenyamanan dan keamanan Payment Point.
f. Area parkir memadai.
5. Memiliki sistem antrian (manajemen antrian) yang baik.


Sementara itu Kewajiban pihak PT Raharja (selaku pihak pertama) adalah
1. wajib menyediakan sistem aplikasi dan jaringan komunikasi untuk pelaksanaan pekerjaan
2. wajib menyediakan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup dan terampil untuk menanggulangi masalah.
3. wajib memberikan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan PIHAK KEDUA
4. berhak mempertimbangkan untuk melanjutkan kerjasama ini berdasarkan kinerja PIHAK KEDUA.
5. berhak melaksanakan pembinaan petugas pelayanan pembayaran tagihan/rekening serta melakukan pengendalian dan pengawasan pekerjaan.
6. Berhak melaksanakan evaluasi untuk menilai pekerjaan PIHAK KEDUA yang berkaitan dengan kemitraan serta kinerja dan pelayanan kepada pelanggan, serta memperingatkan PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA melakukan penyalahgunaan dan/atau penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan.
7. Berhak menetapkan jadwal dan melaksanakan pemantauan penyetoran uang rekening milik PIHAK KESATU dari hasil pelaksanaan pekerjaan PIHAK KEDUA.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya BKM Budi Luhur mengadakan penandatangan perjanjian dengan PT Raharja. Untuk Saldo awal, saat itu dipinjamkan dari dana kelurahan. Selang sehari kemudian dari PT Raharja mendatangi kantor sekretariat BKM dan langsung memasangkan aplikasinya di Komputer BKM. BKM langsung dilatih tentang cara pengoperasiannya. “Semua Cukup Mudah dan sama sekali tidak rumit”, Ungkap Catur. Lebih lanjut catur mengatakan bahwa dana pinjaman itu sudah dikembalikan ke pihak kelurahan, sehingga modal sekarang sudah murni menjadi milik BKM.

Agar pelayanan ini menyebar ke masyarakat, BKM melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat di Desa Gedangan. Sosialisasi dilakukan pada saat pertemuan warga oleh anggota BKM setempat ataupun perangkat Desa. Tidak lupa BKM membuat sepanduk yang bertuliskan “......” dipasang di pagar kelurahan. Sementara itu di Sekretariat dipasang spanduk pula.

Pada bulan pertama (Mei ’10), perjalanan pelayanan PPOB tidak terlalu memuaskan. Warga masyarakat yang mendatangi kantor BKM untuk membayar pajak hanya 19 orang atau 19 transaksi (Rp. 1.131.179). Namun sering perjalanan, pelan tapi pasti, warga masyarakat yang mendatangi sekretariat BKM terus bertambah. Bulan Juni sekitar 207 transaksi (Rp. 15.279.017) , Bulan Juli 265 transaki (Rp. 19.642.074), Agustus 312 transaksi (Rp. 21.289.250) dan September 318 transaksi (Rp. 22.826.042).

Seiring bertambahnya transaksi, menjadi tantangan sendiri bagi BKM, karena dana saldo awal yang disimpan belum mampu mencukupi pelayananan bagi masyarakat. Beberapa kali BKM menolak halus warga yang akan membayar karena saldonya tidak mencukupi. Salah satu jalan keluarnya, BKM melakukan deposit sekitar 4-5 kali per bulan dari uang pembayaran rekening. BKM sampai dengan saat ini belum bisa mendapatkan jalan keluar bagaimana caranya menambah deposit modal awal.

Yang paling menyedihkan adalah pada saat waktu-waktu puncaknya warga harus bayar (tanggal 16-20), antrian banyak, seringkali komputer dan sinyal internetnya troubel. Maka tak jarang warga “ngomel-ngomel” kepada petugas, apalagi komputernya juga digunakan untuk mengurusi administrasi BKM.

Lalu bagaimana terkait dengan akuntabilitasnya ? Menurut Catur bahwa di dalam aplikasi program sudah sangat jelas pencatatan transaksinya bahkan tinggal print saja. Namun saat ini yang belum ada adalah pembukuan secara tertulis. Pernah dibuat tapi kalau pembayaran per transaksi sangat merepotkan sekali. Sampai saat ini masih kebingungan terkait pembukuan. Berharap fasilitator bisa membantu mengatasi masalah pembukuan yang aplikatif.

Catur berkeyakinan, bahwa upaya pelayanan yang dilakukan oleh BKM ini, bisa terus berlangsung karena bagaimanapun telah membantu masyarakat. Selain itu masyarakat lebih mengenal BKM, sekaligus memotivasi BKM untuk terus berkiprah.

Namun demikian, Catur berharap kedepan adalah bagaiamana BKM bisa meremajakan komputer, menambah modal deposit yang mungkin bisa didanai dari dana alokasi keuntungan UPK atau dana lainnya. Dan yang utamanya adalah aturan main keuntungan antara BKM dengan petugas yang sampai saat ini belum diputuskan.

Semoga sedikit pengalaman ini, bisa menjadi pemicu agar BKM lainya berkarya lebih baik. (Pengirim : Dade Saripudin, Askot CD Korkot Sukoharjo, OC-5 Jateng – DIY)